• 18

    Aug

    ada cerita

    @_bianglala : Telah kurangkaikan aksara, ada banyak rahasia kusimpankan, bagimu. @dzdiazz : telah kurangkai kata, ada satu rasa, rindu. @_bianglala : kamukah sang perindu itu. Ajarkan padaku rindu di negeri pendongeng yang tak lelah waktu. @dzdiazz : jika benar iya, maka kamulah cerita yang kubenahi sebagai dongeng untuk kanak waktu, di masa depanku. @_bianglala : iyakan bagi bahagiamu, sebab kumau menjadi bagian seribu kisahmu. @dzdiazz : sudah tercatat di buku rencanaku, kisah akan mengungkap kasih lebih dari seribu yang kamu mau. @_bianglala : aku seperti putri dalam seribu satu dongeng, tak membuatku segera lelap, kala kaujamahiku dengan kasih. Semoga waktu tak terburu. @dzdiazz : jika demikian, aku adalah pembacamu. penafsir cer
  • 3

    Aug

    perpisahan

    langkah-langkahmu terekam di suatu jalan secara jelas dan gamblang di ingatanku, sekarang sesosok yang pernah mengisi lama nafasku lalu seperti dipukul-pukul kehilangan, saat daun saling jatuh menutupinya menutupi yang sudah pergi ada perasaan sedih ketika sadar semuanya sudah berakhir masih juga tidak kupahami, langkah berlarimu, pergimu mungkin ini waktu di mana aku harus kembali berjalan meniti langkah sendiri, atau memilih satu dari sekian banyak nafas yang ada, yang bersedia cinta itu seperti pejalan; datang dan pergi, hilang dan kembali aku disadarkan olehmu–kepergian itu aku akan masih mencintaimu meski harapannya palsu lalu nanti, saat tiba cinta itu tiada, aku sudah siap dengan aku sendiri ini seperti pukulan-pukulan menyakitkan yang kau hantamkan di dadaku apa
  • 1

    Aug

    sebelum senja

    sudah dipersiapkan semua sejak jingga terlihat sempurna di mataku mengenaimu menyiapkan hidangan, membersihkan tudung saji menyediakan yang dibutuhkan siapa? boleh untukmu–dari aku dan demikianlah kesibukan rindu menyaji yang hangat dan nikmat harapannya supaya kamu kian terpikat sebelum senja menyuguh jingga sebelum habis cakrawala dikuasai purnama pada waktu, pada akhir cinta dilampiaskan maka, kenangan hilang dengan cacian kebahagiaan sebelum senja, sebelum garis batas hari dibentang cinta duduk dimuliakan
  • 30

    Jul

    tak jadi hujan

    daun meringkuk di antara reranting terlihat satu demi satu semburat cahaya datang dari kilau basah jatuhnya gerimis tadi, baru saja sudah menggigil, menanti deras kemudian semuanya hening dicengkeram rintik-rintik bening apa kata cinta yang meringkuk? apa sebab rindu ini tunduk? pada hujan yang tak jadi deras pada penantian yang begitu saja tandas lumut-lumut mengirim kepastian bahwa cinta pun rindu, akan ingkar menghentikan debar sebelum terjadi
  • 29

    Jul

    asing

    di mana kau lihat? tanyaku kau hanya menunjuk satu sudut ruang, tepat di sudut aku menangkap satu sosok kecil berbulu cokelat, diam lalu menoleh kepadamu. boneka? tanyaku angguk yang mengiyakan sembari memohon linangnya tiba-tiba deras, entah dari mana dan mengapa bongkah ketegaran seketika itu kulihat hancur, lalu dari dalamnya ada alir yang derasnya melebihi sungai tidak ada suara lain kecuali isak, degup jantungku pun bungkam ada luka yang sudah tercabik, yang dicabik lagi, entah oleh apa kuambil boneka cokelat dari sudut, kuletakkan di tangannya secepat aku berkedip, sudah tiba boneka itu di dada aku merindukan rindu, katamu, lirih hampir sama dengan suara angin hempas sudah, bahwa cinta masih dimiliki dari kamu kepada dia lalu tangisan yang terbawa kualirkan lewat diam di
  • 27

    Jul

    miliki saja

    aku membaca puisi, entah milik siapa, berkali-kali mengambili maknanya untukku sendiri kalau kamu mau, bisa juga untukmu, ambil semuanya tak perlu sungkan untuk memiliki sesuatu hal yang kumiliki yang sudah kumiliki bukankah memang demikian adamu? mengambil milikku perhatian tatapku sebagian besar waktuku lapang ingatan di otakku debar-debar jantungku dan juga kejatuhan dari hatiku semua milikmu sekarang, sudah kau ambil tenang, aku bahagia semuanya kau miliki bahkan aku, selalu ingin menyengajakan tubuhku jatuh di dadamu ditampung hangat oleh lembut nikmat itu asal kau tau, seringnya aku mencuri bayang untuk mengecup bibirmu aku ingin bermain-main di sana, berlama-lama sedikit basah oleh beberapa lama kecupan bukankah indah, kita membiarkan cakap diam memagut kebohongan
  • 20

    Jul

    detik kedua

    o cahaya malam, datanglah dalam diam boleh jika harus riuh, di dadaku seperti pada detik pertama seriang ombak debur mendebur jika kusebut cinta, kuminta iyakan saja sebab di detik kedua, sihir matamu sempurna o gulita, tempat bintang menghambur terang sekerlip demi sekerlip cinta sudah kepadaku dititip pada detik kedua, setelahnya rindu kabur menujumu, berlari mengetuk-ketuk pintu menunggu di sunyinya tunggu, acuhmu maka pada detik-detik setelahnya, yang diharapkan adalah makna mengenai keberadaanku selamanya
  • 13

    Jul

    hilang

    dan daun-daun itu berjatuhan berjauhan menggapai-gapai titik angin tak sampai ini sekiranya laut, akan mengambil membiarkan hanyut arahnya? diombang-ambing ombak karang bagai tombak menusuk hingga remuk akhirnya tak sampai di pantai tidak lagi bertemu pasir yang jejaknya desir lalu hilang dan aku tau, bahwa cinta harusnya dijaga
  • 5

    Jul

    kemudian terbaca

    puisi puisi itu tertulis sendiri rangkai katanya tabur menabur ini jemari yang tak peduli oleh sepi menari-nari berdansa mencari hangat pada aksara, sebuah harap disamarkan dimintanya bersembunyi di antara spasi di kosong itu, jedanya kamu akan membacanya dengan tepat pada nyala makna paling kobar pada percik arti paling debar di sanalah, tepat di dadamu melewati mata, cinta dibacakan
  • 20

    Jun

    kepada d

    entahlah, bagaimana harus kubalas kepadamu. bahkan sebuah peluk, kau sudah memenangkan keseluruhan mengenai aku. kau boleh memilih bagaimana cinta memperlakukan kamu. di sana ada yang telah tunduk sebelum kau mintakan bertekuk. aku takkan menyebutkan apa-apa kepadamu, sebab cinta lebih dulu menaruh segalanya. pilihannya hanyalah bahagia. dan satu-satunya yang menjadi pantas untuk kupantaskan. entah, aku mencintaimu melebihi yang pernah aku taruh ke beberapa lalu. kalau pun ada beda dan menjadikannya debat, perlu kau tau, aku hanya mau ingin kita sama dan tujuan kita tak lagi bersimpangan. seperti kemarin, kita mengelu-elukan ego masing-masing tentang siapa yang lebih benar dan tepat untuk kepastian. aku bilang aku yang benar. kau bilang kau yang paling tepat. lalu bertengkar, lalu diam,
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post