adalah doa

23 Dec 2012

Langkahku masih saja tertatih, hampir sama saat pertama kali aku mulai berjalan.
Ketika waktu tak memberi jalan mundur selain ingatan, kehangatanmu muncul sebagai indah paling menenangkan.

Berkabar atas hidupku, untuk tenang senyummu. Untuk nyala-nyala teguh doamu.
Mimpiku masih sama; tentang bintang yang akan kusemat di matamu.
Berharganya waktu di tiap hirup-hela nafas, sampai terengah, dan sengal-sengal marah yang kau tahan dengan benteng tabah.

Sejak mencipta detak kehidupanku, kaulah lilin yang terus menjaga sumbu.
Menepikan angin supaya nyalaku menetap sebagai jantungmu.
Aku merasa nyaman paling geletar, kala mengerti penjagaku adalah rahim rindu-rindu. Sepanjang waktu.

Masih akan ada ribuan hari, pintaku.
Supaya kelak, entah kapan, semoga secepatnya, mampu kubalaskan tetes doamu dengan senyum yang paling ranum dari tubuh jantungmu.
Dan terpetiklah aku sebagai taat anakmu, ibu.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post