• 15

    Feb

    biar aku terus mencintaimu

    Sungguh aku beruntung mendapat kesempatan untuk mencintaimu. Membahagiakanmu. Tidak akan kubandingkan dengan yang sebelum kamu. Tetapi dengan kamulah aku memaknai bahagia sedalam-dalamnya. Harapanku, semoga bisa sampai lama. Jika pun tidak, akan ada masa di mana kita saling sapa dalam bahagia masing-masing, entah apa. Aku jatuh cinta kepadamu sejak hujan mendekatkan kita pada lugas cerita, malam itu. Juga pada dingin cuaca yang merekatkan tangan kita di cangkir kopi panas. Kita saling mencari hangat yang rekat. Sampai-sampai dadaku melahirkan bayi-bayi debar dengan jarak dekat. Biarkan aku terus mencintaimu. Merawat debar dadamu dengan cara bahagia. Melibatkanmu dalam tiap hirup hela nafasku. Mengajakmu duduk menikmati jingga senja setiap harinya, sampai masa tua renta, pun kita. Salam,
  • 10

    Feb

    untuk kekasihku

    Selamat senja, sayang.. Maaf karena aku tak menemuimu hari ini. Pun aku juga tak pergi ke gereja seperti hari minggu biasanya. Tidak, tidak terjadi apa-apa denganku. Besok kalau bertemu, kau boleh menjewer telingaku karena kemalasanku. Kau tahu, setiap malam minggu sampi minggu pagi aku setia di depan televisi. Membiarkan mataku terhibur oleh beberapa pertandingan sepakbola. Semalam dua klub kesayanganku menang, bahkan dengan skor yang sama. Chelsea dan Madrid menang 4-1 dari lawan masing-masing. Aku berdosa ya, lebih mengutamakan bola daripada pergi ke gereja. Pagi ini kantuk terlalu banyak singgah di mataku. Juga karena siangnya aku ada pertandingan futsal bersama klub futsalku. Maaf ya. Tuhan, maafkan aku. Pesanmu belum kujawab, nanti saja sekalian aku telpon kamu. Maaf sudah membu
  • 9

    Feb

    mohon dimaknai

    Tidak akan banyak yang kutulis di sini. Entah sudah berapa kali aku tulis di kotak-kotak pesan mengenai kemauanku untuk diam dalam riuhku sendiri. Tidak semua yang terjadi padaku bisa kau ketahui, sudah pula kutulis itu di isi pesanku. Jika sampai sekarang aku masih mau diam, itu karena apa yang di dalam diriku masih terus mencari tenang. Untuk saat ini, dan sampai waktu yang tak mampu kubataskan, diam akan jadi ketenanganku. Terserah apa katamu dan anggapanmu tentang pencitraan yang kau maksudkan kepadamu. Aku tidak peduli dengan pencitraan. Pun dengan tulisan ini, bagaimana penilaianmu terhadapku. Sungguh, aku butuh waktu untuk menenangkan diri dengan caraku sendiri. Kau boleh bercerita apa saja, pun aku yang masih memilih diam. Sebut aku egois, jika memang demikian. Oh ya, kekasihk
  • 7

    Feb

    semoga sampai nanti

    Selamat senja, kesayanganku. Lagi-lagi aku menulis untukmu. Akan kuceritakan tentang perjalanan kita baru saja. Mungkin ada yang kau lupa. Juga rindu-rindu yang bertalu kepadamu. Kira-kira dua pekan sudah perjalanan kita tapaki, berdua. Setiap senja, sering kita habiskan tanpa jeda. Pun yang baru saja. Kita. Ya, kita apa adanya. Percaya sebagai jalan. Tawa yang selalu berdampingan. Cinta jadi bekal dalam dada. Bagaimana aku tidak bahagia, sayang? Semesta sungguh membuatku melayang, meski aku tak pernah mampu terbang. Apa kau pernah tahu, Tuhan menyinggahkanmu kepadaku? Semoga sampai nanti, sampai kau tinggal dalam hati, sampai waktu selesai kita jelajahi.
  • 6

    Feb

    maaf pertama

    Mungkin aku belum paham kebiasaanmu. Belum mengerti juga apa yang tak kau kehendaki dalam hatimu. Maaf, jika aku masih meraba-raba sifatmu. Dua pekan, belum cukup waktu untuk mengenalmu. Oleh sebabnya, aku mau mengenalmu selama berwaktu-waktu. Aku mencintaimu. Jika ini kesalahanku yang pertama kali, maaf. Biar jadi bagianku untuk memahami. Pun jadi bagianku untuk mengerti. Bagianmu, ijinkan aku mencintaimu berkali-kali. Menghapal hatimu, sampai tahu benar hitungan detakmu.
  • 23

    Dec

    adalah doa

    Langkahku masih saja tertatih, hampir sama saat pertama kali aku mulai berjalan. Ketika waktu tak memberi jalan mundur selain ingatan, kehangatanmu muncul sebagai indah paling menenangkan. Berkabar atas hidupku, untuk tenang senyummu. Untuk nyala-nyala teguh doamu. Mimpiku masih sama; tentang bintang yang akan kusemat di matamu. Berharganya waktu di tiap hirup-hela nafas, sampai terengah, dan sengal-sengal marah yang kau tahan dengan benteng tabah. Sejak mencipta detak kehidupanku, kaulah lilin yang terus menjaga sumbu. Menepikan angin supaya nyalaku menetap sebagai jantungmu. Aku merasa nyaman paling geletar, kala mengerti penjagaku adalah rahim rindu-rindu. Sepanjang waktu. Masih akan ada ribuan hari, pintaku. Supaya kelak, entah kapan, semoga secepatnya, mampu kubalaskan tetes doamu
  • 28

    Nov

    ada cerita di sana

    Mulai menjajaki, pertama kali menjejak kusebut sunyi hanya derap-derap langkah mengisi sudut-sudut jalan deru mobil ramah akan suara berjalan waktu kebisingan adalah penghuni baru satu langkah menjadi kecemasan dan tabungan kesabaran ramah adalah kepuraan di persimpangan sapaan hanya berupa jerit klakson seperti memekak telinga, meminta jalan tidak ada yang dikenang, kecuali hujan dan semuanya diam menyesak di emper-emper toko menghindar deras tak berkesudahan penuh sudah kota ini tapi cinta dan kesetiaan menyuguh detak hati hidup di sini, adalah pilihan sebelum mati menyerap ilmu sebanyak denyut nadi aku tak menetap hanya singgah sebentar lalu mencintai dan menitip keberadaan di mana aku, di mana kota kecil ini mengajari tentang hidup dan cinta *ini catatanku di Salat
  • 23

    Nov

    selayak hujan

    Seperti hujan, jatuhlah Tidak usah berpikir untuk dikenang Ia akan menggenang Bahkan tidak perlu deras Tempias saja, aku basah Anggap aku tanah Tak perlu sungkan Anggap aku berteduh Jatuhlah terus Redamu bukan kehilangan Selepasnya pelangi Seumpama sepi menawarkan diri Iyakan, untuk menemani Aku, Masih menjadi setia Dari bumi tempat kita mengumpulkan cahaya-cahaya dari matahari..
  • 18

    Aug

    ada cerita

    @_bianglala : Telah kurangkaikan aksara, ada banyak rahasia kusimpankan, bagimu. @dzdiazz : telah kurangkai kata, ada satu rasa, rindu. @_bianglala : kamukah sang perindu itu. Ajarkan padaku rindu di negeri pendongeng yang tak lelah waktu. @dzdiazz : jika benar iya, maka kamulah cerita yang kubenahi sebagai dongeng untuk kanak waktu, di masa depanku. @_bianglala : iyakan bagi bahagiamu, sebab kumau menjadi bagian seribu kisahmu. @dzdiazz : sudah tercatat di buku rencanaku, kisah akan mengungkap kasih lebih dari seribu yang kamu mau. @_bianglala : aku seperti putri dalam seribu satu dongeng, tak membuatku segera lelap, kala kaujamahiku dengan kasih. Semoga waktu tak terburu. @dzdiazz : jika demikian, aku adalah pembacamu. penafsir cer
  • 3

    Aug

    perpisahan

    langkah-langkahmu terekam di suatu jalan secara jelas dan gamblang di ingatanku, sekarang sesosok yang pernah mengisi lama nafasku lalu seperti dipukul-pukul kehilangan, saat daun saling jatuh menutupinya menutupi yang sudah pergi ada perasaan sedih ketika sadar semuanya sudah berakhir masih juga tidak kupahami, langkah berlarimu, pergimu mungkin ini waktu di mana aku harus kembali berjalan meniti langkah sendiri, atau memilih satu dari sekian banyak nafas yang ada, yang bersedia cinta itu seperti pejalan; datang dan pergi, hilang dan kembali aku disadarkan olehmu–kepergian itu aku akan masih mencintaimu meski harapannya palsu lalu nanti, saat tiba cinta itu tiada, aku sudah siap dengan aku sendiri ini seperti pukulan-pukulan menyakitkan yang kau hantamkan di dadaku apa
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post